* Tuntut Penuntasan Sengketa Lahan 2.000 Hektare
Jeuram, Serambi Indonesia - Ratusan warga yang berasal dari Desa Kayee Unoe, Gelanggang Gajah, serta Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (30/11) sekitar pukul 12.00 WIB menggelar aksi unjukrasa ke kantor bupati setempat di Kompleks Perkantoran Suka Makmue.
Kedatangan massa yang menggunakan truk terbuka dan sepeda motor itu guna menuntut penyelesaian kasus sengketa tanah seluas 2.000 hektare, yang kini digarap oleh sebuah perusahaan perkebunan di wilayah itu. Sehingga kerap memunculkan konflik antara masyarakat dan perusahaan.
Setiba di depan pintu gerbang masuk kantor bupati, para pendemo yang terdiri dari kalangan orang tua lanjut usia, pemuda, serta kaum ibu itu langsung dihadang oleh aparat kepolisian dari Polres Nagan Raya dengan pengamanan ketat dan berlapis.
Bahkan pasukan antihuru-hara yang berasal dari Markas Kompi Brimob V Kuala dari Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, juga berada di dalam pekarangan pusat pemerintah setempat, guna mengantisipasi terhadap kemungkinan terburuk yang bisa terjadi akibat kemarahan warga.
Para demonstran yang melakukan unjukrasa itu langsung meminta Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini supaya turun menemui mereka, guna menuntut penyelesaian kasus sengketa tanah yang selama ini terjadi dengan sebuah perusahaan perkebunan di wilayah itu yakni PT Surya Panen Subur, yang diduga telah menggarap lahan masyarakat karena mengklaim lahan itu sudah masuk dalam areal Hak Guna Usaha (HGU).
Padahal, kata para pendemo, lahan tersebut merupakan lahan masyarakat yang telah lama digarap sejak tahun 1990 lalu dan dibuktikan dengan Surat Tanda Kepemilikan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh aparat desa. Akan tetapi, kasus yang mencuat sejak lima tahun lalu atau sekitar tahun 2006 tersebut hingga kini belum ada penyelesaian.
“Kami minta kepada Pemkab Nagan Raya untuk segera menuntaskan kasus sengketa tanah rakyat ini, karena apabila kasus ini tak selesai hari ini, kami akan melakukan pendudukan di kantor bupati,” teriak orator yang disambut gemuruh pendemo.
Tak hanya itu, para pendemo juga minta status tanah mereka diperjelas sehingga tak lagi memunculkan konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan. Karena warga tak mau adanya pertumpahan darah dengan pihak perusahaan yang berakibat merugikan masyarakat.
Para pendemo yang kecewa karena aksi mereka kurang ditanggapi, mulai mendirikan tenda di badan jalan sambil mengeluarkan peralatan masak. Karena mereka nekat akan melakukan pendudukan di kantor bupati, apabia aspirasi mereka itu tak ditanggapi oleh Pemkab Nagan Raya.
Azhari (28), Ketua Pemuda Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya yang ditanyai Serambi di sela-sela aksi mengaku, kedatangan masyarakat ke pusat pemerintahan setempat guna mengadukan penyelesaian kasus sengketa lahan seluas 2.000 hektare yang kini belum ada titik temu.
Padahal, kata Azhari, dalam penyelesaian kasus itu telah dilakukan beberapa kali pertemuan yang difasilitasi oleh pemkab dengan pihak perusahaan, supaya ada titik temu. Akan tetapi hingga akhir tahun 2011 ini kasus tersebut tak kunjung tuntas. “Kami hanya ingin tanah kami dikembalikan dan tak digarap, karena lahan ini telah lama kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Azhari.[]
http://aceh.tribunnews.com/2011/12/01/warga-darul-makmur-demo-bupati-nagan-raya
