BERANDA » Kasus HAM » Peristiwa Beutong Ateuh
Peristiwa Beutong Ateuh
admin
Sabtu, 19 Juni 2010 - 11:34 WIB
PERISTIWA BEUTONG ATEUH
DESKRIPSI SINGKAT :
Tanggal : Jum’at, 23 Juli 1999
Lokasi : Desa Blang Meurandeh, Kemukiman Beutong Ateuh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Aceh Barat
Jum’at, 23 Juli 1999, sekitar pukul 11.00 wib, masyarakat Desa Blang Meurandeh, dimana terdapat Pesantren Tgk. Bantaqiah sedang menjalankan aktifitas pengajian. Sekitar pukul 11.30 wib komplek pengajian Tgk. Bantaqiah sudah dipenuhi oleh anggota TNI dari berbagai penjuru. Lewat salah seorang warga, aparat TNI meminta Tgk. Bantaqiah dipanggil keluar. Tgk. Bantaqiah lalu turun dengan ditemani Tgk. Daud dan Tgk. Yusuf. Mereka lalu terlihat terlibat percakapan serius, dan sesekali Tgk. Bantaqiah dan anggota TNI saling mengangguk. Beberapa saat kemudian aparat memerintahkan agar semua laki-laki diatas dayah turun ke halaman menghadap ke bangunan kecil disebelah kiri pintu masuk komplek pesantren. Mereka dibariskan sambil berjongkok, tangan ke atas, dan diperintahkan membuka baju. Mereka lalu diperintahkan mengumpulkan KTP dan senjata tajam yang ada.
Melihat kedatangan anggota TNI yang lain, Tgk. Bantaqiah terlihat mendekat untuk menyalaminya. Saat melangkah itu, dalam jarak sekitar 2-3 meter, terdengar letusan senjata yang mengenai bagian perut Tgk. Bantaqiah, lalu disusul denganrentetan senjata, dan granat.
Sekitar pukul 15.00 wib, aparat meminta agar mayat-mayat tersebut dikuburkan di kolam tua di belakang rumah istri mudah Tgk. Bantaqiah. Sejumlah 25 mayat, termasuk Tgk. Bantaqiah dan anaknya dikubur di kolam tersebut. 7 mayat lainnya dikubur di lubang lainnya di samping kanan pesantren.
Pasca kejadian, masyarakat masih menemukan sekitar 20 mayat di beberapa lokasi. Sehingga dalam peristiwa tersebut, sekitar 33 orang diidentifikasi tewas, 31 orang hilang (3 diantaranya kembali kerumahnya pada 25 Juli 1999), dan 5 sipil mengalami luka tembak.
Baca Juga :